Pages

Troubleshooting pada Network Layer

Troubleshooting pada Network Layer

 

 

 

 Network layer merupalan sistem logic yang sangat erat kaitannya dengan proses transmisi data, karena menghubungkan komputer ke dalam berabagai jaringan – jaringan yang sudah ada. MAC address juga memiliki peran penting dalam lapisan ini, bersamaan dengan pendefinisian dari IP address (Internet Protocol).

Fungsi dari Network Layer
Network layer, yang merupakan lapisan ke lima pada keseluruhan sistem jaringan OSI Layer memiliki beberapa fungsi dalam jarignan komputer. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari network layer :
  • Menentukan tujuan data pada sebuah jaringan
Sebuah data dan juga paket data tentu saja memiliki tujuan. Tujuan dari paket data tersebut adalah komputer lainnya yang juga sudah terhubung ke dalam jaringan. Untuk dapat menentukan komputer mana yang akan ditransmisikan paket datanya, maka network layer memiliki peran yang sangat penting. Network layer akan menentukan kemana sebuah paket data akan ditransmisikan, sesuai dengan perintah yang sdah diberikan kepadanya.
  • Mendefinisikan alamat IP
Untuk dapat menentukan komputer mana yang akan menjadi tujuan dan juga menerima paket data yang akan ditransmisikan, maka network layer kemudian akan mendefinisikan masing – masing alamat IP atau IP address. IP address merupakan sebuah alamat unik yang dimiliki oleh setiap komputer yang terhubung ke dalam suatu jaringan komputer.
Dengan begitu, nantinya network layer akan lebih mudah menentukan tujuan dari paket data yang akan dikirimkan olehnya. IP address ini akan secara otomatis didefinisikan dan dicari oleh network layer, sebagai alamat tujuan paket data tersebut.

  • Membuat header pada peket – paket data yang ada
Header diibaratkan seperti sebuah ‘judul’ pada paket data. Dengan adanya header ini, paka paket data (yang merupakan bagian atau fragmen dari sebuah data) akan memiliki header tersendiri dan tidak akan terpecah belah. Misalnya, sebuah data bernama X, akan dipecah ke dalam bentuk paket data, dengan masing – masing header “X1, X2, X3, dst”.


Dengan adanya header ini, maka setiap paket data akan memiliki header yang sama, sehingga ketika nantinya paket data akan disatukan kembali menjadi sebuah data yang utuh, paket data tersebut dapat disatukan kembali dengan mudah, dan bisa terdeteksi apabila ada paket data yang hilang ataupun mengalami kerusakan.
  • Melakukan proses routing
Proses routing merupakan proses pemberian rute dari sebuah paket data. Selain membantu mendefinisikan IP address, network layer juga memilki fungsi yang sangat penting untuk meneruskan paket data yang sudah ada menuju penerimanya melalui rute – rute tertentu. namun demikian, rute – rute tersebut sudah terlebih dahulu didefinisikan melalui apa yang kita kenal dengan nama tabel routing.
Dengan demikian tiap paket data akan dikirmkan ke alamt yang sudah didefinisikan sebelumnya, sehingga dapat mencegah terjadinya salah alamat.
Perangkat keras yang berhubungan dan digunkan dalam network layer
Sama seperti lapisan logic lainnya, network layer merupakan lapisan yang tidak dapat dilihat dan diraba secara fisik, namun memiliki asosiasi dan keterkaitan kerja yang erat dengan perangkat keras jaringan komputr secara fisik. Salah satu perangkat keras yang bekerja dengan network layer adalah router.
Router merupakan perangkat keras jaringan komputer yang memiliki fungsi sangat penting dalam meneruskan paket data dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengna menggunakan rute – rute tertentu. Dalam router, kita juga mengenal istilah tabel routing, yaitu merupakan sebuah sistem tebel, yang mirip seperti sistem peta atau sistem penjadwalan, yang berisi jalur atau rute mana saja yang bisa dilewati oleh sebuah paket data, rute atau jalan mana yang sdah tidak bisa digunakan, serta pembuatan rute baru.
Dalam prosesnya, network layer menggunakan protocol yang mendukung pengalamatan secara hierarkis, dimana protocol tersebut mengijinkan adanya alamat unik dan batasan wilayah, serta metode untuk melakukan pemilihan jalur di saat sebuah data ingin berhubungan dengan jaringan lain.

 Protocol-protocol Routing
 
Protocol-protocol layer Network adalah proses software yang melakukan fungsi routing antar-jaringan. Suatu router Cisco dapat menjalankan beberapa protocol layer Network sekaligus dimana setiap protocol berjalan independen satu sama lain. Suatu protocol routing adalah protocol layer Network sesungguhnya yang menjalankan fungsi routing antar jaringan. Protocol routing mempelajari dan berbagi informasi routing antar-jaringan, dan membuat keputusan-keputusan tentang jalur mana yang akan dipakai. Protocol-protocol routing meliputi yang nerikut:

1. Routing Information protocols (RIP)
2. Interrior Gateway Routing Protocol (IGRP)
3. Open shortest path first (OSPF)
4. Netware link service protocol (NLSP)

 

  • Protocol yang bisa diarahkan (routed protocol)

Suatu routed protocol adalah suatu protocol upper-layer yang dapat dilewatkan antar-jaringan. Suatu protocol yang bisa dilewatkan harus berisi informasi address layer Network. Protocol-protocol yang bisa di-route dilewatkan antar-jaringan oleh protocol-protocol yang meliputi: IP, IPX, AppleTalk, dan juga DECNet.

  •        Protocol yang Tidak dapat dilewatkan (Non-routable protocols)

Tidak semua protocol bisa dilewatkan atau diarahkan, yang merupakan protocol-protocol yang tidak bisa dilewatkan yang mana :

 - Tidak mendukung data layer Network tidak berisi address-address logical.
 - Menggunakan Static route-route yang sudah didefinisikan yang tidak bisa diubah. 

 Sebagai contoh:
1. NetBIOS (Network Basic Input / Output)
2. NetBEUI (NetBIOS Extended user interface
3. LAT (Local Area Transport)

     Switching

Disamping routing, fungsi lain dari layer Network ini adalah Switching.
     Kemampuan dari sebuah router untuk menerima data pada satu port dari satu jaringan dan mengirim nya keluar port yang lain pada jaringan lainnya.

     Memindahkan data antara jaringan-2 terhubung untuk mencapai tujuan akhir.
Ada dua metoda bagaimana paket-paket berjalan melalui suatu jaringan yang kompleks, switching circuits, dan paket switching.

Circuit Switching mempunyai karakteristik berikut:

  1.  Jalur ditentukan dari start ke finish.
  2. Jalur harus terbentuk terlebih dahulu sebelum dimulainya komunikasi.
  3. Mirip seperti setting panggilan, dan menggunakan technology yang sama yang digunakan sebagai jaringan telpon.
  4.  Semua paket mengambil jalur yang sama.
  5.  Jalur adalah dedicated untuk conversation, dan harus dibuka tutup setiap saat.
  6.  Menggunakan suatu Switched Virtual Circuit (SVC) antar piranti.

Koneksi WAN yang menggunakan jenis circuit switched ini adalah ISDN switched Network

Packet Switching mempunyai karakteristik berikut:
  1.  Jalur ditentukan saat komunikasi terjadi.
  2.  Pembentukan jalur koneksi tidak perlu sebelum memulai mengirim data.
  3.  Packet Switching selalu ON dan tidak perlu dibangun lagi untuk setiap sessi.
  4.  Setiap paket bisa mengambil jalur yang berbeda.
  5.  Setiap jalur bisa juga dipakai oleh piranti lainnya pada saat bersamaan.
  6.  Menggunakan suatu virtual circuit permanent (PVC) antar piranti

  • Alat-alat dalam Network Layer

1. NIC

NIC (Network Interface Card) merupakan peralatan yang langsung berhubungan dengan komputer dan didesain agar komputer dapat saling berkomunikasi. NIC juga menyediakan akses ke media fisik jaringan, dimana setiap bit bit data seperti tegangan listrik, arus, gelombang elektromagnetik, besaran fisik lainnya di bentuk dan selanjutnya akan di tentukan oleh NIC. NIC adalah contoh perangkat yang bekerja pada layer pertama atau layer physical.

2. Repeater

Repeater merupakan salah satu contoh aktif hub, repeater merupakan alat yang dapat menerima sinyal sinyal kemudian memperkuat dan mengirimkannya kembali sinyal tersebut ke tempat lain sehingga dapat menjangkau area yang lebih luas. Repeater termasuk peralatan yang bekerja pada layer physical.

3. Hub

Merupakan peralatan yang dapat menggandakan frame data yang berasal dari salah satu komputer ke semua port yang ada pada hub tersebut. Hub di pakai pada jaringan topologi star dan bekerja pada layer data link.

4. Bridge

Bridge merupakan peralatan yang dapat menggabungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan. Beda halnya dengan hub, bridge dapat mempelajari MAC Address tujuan. Sehingga apabila data dikirim melalui bridge maka data tersebut akan dikirim ke komputer yang menjadi tujuannya saja. Bridge bekerja pada layer data link.

5. Switch

Switch memiliki beberapa kelebihan yakni dalam hal forwarding method paket yang akan dilewatkan. Ada emapat jenis forwarding method yang dimiliki switch:

- Strore and forward
- Fragment free
- Cut through
- Adaptive switching

6. Router

Router adalah peralatan jaringan yang dapat menggabungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Jika di amati router mirip dengan bridge, namun dalam kasusnya router lebih “cerdas” dibanding bridge. Router bekerja menggunakan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan ke mana dan bagaimana paket akan dikirim melalui rute yang terbaik. Router bekerja pada layer network.


 Troubleshooting pada Network Layer 
 
Pada Layer 3, teknisi perlu menyelidiki pengalamatan logis digunakan dalam jaringan, seperti skema alamat IP. Jika jaringan menggunakan alamat IP, teknisi memverifikasi bahwa perangkat tersebut memiliki pengaturan yang tepat, seperti:
  • Alamat IP dalam jaringan yang ditetapkan
  • Correct subnet mask
  • Default gateway yang benar
  • Pengaturan lain yang diperlukan, seperti DHCP atau DNS
Pada Layer 3, beberapa utilitas dapat membantu dengan proses pemecahan masalah. Tiga command line yang paling umum adalah :

1. ipconfig - Menunjukkan pengaturan IP pada komputer
ipconfig adalah tool pada Command prompt yang digunakan untuk melihat informasi jaringan atau informasi IP yang terpasang di Network adapter, fungsi lain dari perintah ipconfig untuk menset ulang jaringan, terutama yang menggunakan jaringan dengan DHCP. 

Macam perintah ipconfig
ipconfig /?
Berfungsi menampilkan informasi dan kegunaan cara pakai
ipconfig /all
Menampilkan informasi konfigurasi penuh, Misalnya Hostname, Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN, etc.
ipconfig /release
Menghapus IP Address untuk adapter tertentu.
ipconfig /renew
Memperbaharui IP Address untuk adapter tertentu.
ipconfig /flushdns
Menghapus DNS Cache.
ipconfig /registerdns
Melakukan refresh DNS dan register ulang koneksi DNS.
ipconfig /displaydns
Menampilkan DNS Cache.
ipconfig /showclassid
Menampilkan informasi DHCP ID.
ipconfig /setclassid
Memodifikasi DHCP Class ID  


2. ping - Tes konektivitas jaringan dasar
Perintah ping ini adalah yang paling sering digunakan. Biasanya mereka menggunakannya untuk mengetahui konektivitas pada jaringan. Perintah ping ini mengirim ICMP echo request packets ke tujuan. Misalnya, kita melakukan ping ke google.com atau sama saja kita ping ke alamat ip 114.4.42.123. Packet ICMP yang dikirim ini akan mencari tahu apakah alamat yang dituju tersebut tersedia atau bisa terhubung atau tidak. Apabila alamat yang dituju itu tersedia dan terhubung dengan komputer kita, maka alamat tujuan tersebut akan merespon packet yang dikirim tersebut. Anda akan bisa melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk koneksi antara komputer anda dengan tujuan.

Beberapa kasus atau pesan yang disampaikan dari perintah ping antara lain;

Replly From jika pengujian berhasil adanya reply dari host tujuan. Misalkan hasil ping diperoleh Reply from 127.0.0.0; bytes=32  time=1ms TTL=120. Maksudnya kurang lebih seperti berikut. Jawaban dari IP address 127.0.0.1 (localhost) dengan data transfer sebesar 32 bytes kurang dari 1ms, Time To Live (TTL) selama 120 second (detik).

Request Timed Out. Jika boleh saya menterjemahkan secara kasar, request time out berarti permintaan berakhir, atau gagal.Hal ini bisa disebabkan karena IP address dari NIC yang dipergunakan pada localhost tidak berfungsi, atau belum terdeteksi. Setiap data yang dikirim dan diterima akan melalui NIC dengan alamat unik yang dimiliki NIC, jika alamat unik tersebut tidak terdeteksi atau belum memiliki IP address, maka permintaan akan berakhir. Pemahaman secara singkat bahwa komputer tidak dapat terhubung dengan jaringan, hal ini dapat disebabkan dari berbagai faktor.

Destination host unreachable. Host tujuan tidak berhasil ditemukan, dalam artian host komputer kita tidak dapat menjangkau host tujuan. 

TTL Expired in Transit. Pada jaringan komputer, data yang dikirim ataupun diterima memiliki TTL (Time To Live) atau waktu yang ditentukan oleh jaringan untuk tetap berada pada sebuah jaringan. Jika kita melakukan perintah ping sebuah IP address dan keluar hasil TTL Expired in Transit menandakan paket data melebihi waktu yang telah ditentukan. Data yang dikirim tidak sampai pada tujuan, namun berputar hingga masa tenggang keberadaan pada jaringan habis sebelum mencapai tujuan.
    
3. Tracert - Melihat jalur routing antara sumber dan tujuan tersedia

Pada dasarnya perintah tracert ini hampir mirip dengan perintah ping, yang membedakannya adalah pada perintah tracert ini kita akan diperlihatkan jalur mana saja yang dilewati oleh packet yang dikirim. Tracert mengirimkan packet ke tujuan, disepanjang perjalanan, packet tersebut meminta ke setiap router untuk membalas ketika dilewati. Sehingga jalur mana saja yang dilewati oleh packet tersebut akan terdata. Perintah ini juga sering digunakan untuk membantu mengatasi trouble atau masalah koneksi suatu jaringan. Misalnya, jika kita tidak dapat terhubung dengan server. Nah, kita bisa memanfaatkan tracert ini untuk mencari tahu jalur/hop mana yang mengalami trouble.

Kebanyakan masalah jaringan biasanya dapat diatasi dengan menggunakan ini Layer 1, 2, dan 3 teknik Troubleshooting.

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar